Jumat, Oktober 23, 2009

Ternyata kawin, eh Nikah Muda itu enak yah.....heheh

Usia muda itu sebenarnya berapa, relatif memang. Bisa berarti usia remaja (teen), bisa berarti usia subur (15-49 tahun), bisa berarti usia produktif (15-45 tahun), bisa berapa saja tergantung usia orang yang mengatakan. nenek saya yang berusia 70 tahun tentu bilang paman saya yang berumur 48 tahun adalah usia muda.

Boleh-boleh saja. Tapi saya ikut kebanyakan persepsi orang-orang jaman sekarang saja deh ya. Maksudnya usia baru menginjak 20. Usia ketika orang pertama kali disebut sebagai orang dewasa. Bukan remaja atau ABG lagi.

Mengapa saya bilang menikah muda itu enak? Karena pengalaman sendiri dong, ah. Saya banyak sekali merasakan keuntungan menikah di usia muda (saya24 tahun, istri 23 tahun). Meski awalnya mengundang kontroversi dan su’udzon di keluarga besar, tapi akhirnya kami bisa melangkah tanpa ada yang tersakiti.

Usia 20-an adalah usia yang saya rasa full of energy. Baik dari semangat maupun tenaga. Maka tidak heran apabila kalangan medis menyebutkan bahwa usia terbaik untuk bereproduksi adalah pada usia 20-an. Pada usia ini, kemungkinan melahirkan anak yang sehat dan normal adalah paling besar. Diluar usia ini, kemungkinan anak lahir cacat, keguguran, dlsb lebih tinggi. Selain itu, kondisi ibu berada pada usia yang paling prima untuk hamil dan melahirkan. Sehingga berbagai macam komplikasi yang terjadi selama kehamilan maupun persalinan bisa diminimalkan.

Selain itu, dari sisi motivasi hidup, bekerja dan meraih prestasi berada pada level paling atas. Mungkin karena pada usia ini persoalan hidup dan tingkat stress belum begitu terakumulasi. Hingga apapun yang dilakukan, bebannya akan dirasa lebih ringan karena belum terlalu terkontaminasi masalah lain.

Menikah muda memang bukan tanpa masalah. Apalagi kalau bukan karena ego masing-masing yang masih tinggi. Emosi yang masih meledak-ledak, yang kadangkala merusak pikiran jernih dan akal sehat. Usia yang sering over ekspresi. Namun jika fase-fase itu telah terlewati, dan kedua belah pihak terus berusaha memperbaiki diri dengan tetap berpegang teguh pada komitmen, Insya Allah “Setelah kesulitan itu akan ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah)

Banyak teman-teman saya yang belum menikah. Teman laki-laki kebanyakan masih lajang hingga. Mungkin ada yang beralasan ingin mengejar karier dulu. Biar pas menikah sudah punya rumah dan mobil sendiri. Ngga usah malu ikut numpang hidup dulu di mertua atau harus pusing cari kontrakan rumah. Ada juga yang kepingin santai menikmati masa muda (dan juga gaji) tanpa direcoki masalah keluarga.


Sah-sah saja. Semua punya pilihan masing-masing.
Namun saya ingin menggaris bawahi bahwa masa muda itu tidak akan datang dua kali. Sayang kalau masa reproduksi terbaik dilewatkan begitu saja gara-gara hal yang tidak begitu prinsipil.
Meskipun sekarang kami belum dikaruniai anak, saya ingin di usia 30 tahun, saya dan istri pengin punyai 3 anak, amin......Itu sangat saving energy untuk usia tua kami. Banyak saya lihat, ‘para jompo’ masih bekerja keras mencari nafkah untuk anak-anaknya yang masih usia sekolah. Masih pontang-panting memikirkan anak yang belum selesai pendidikannya. Masa tua yang idealnya tinggal bersenang-senang mengasuh cucu dan melihat dengan bangga anak-anaknya yang telah mempunyai karier mapan.

Saya juga merasa, dengan menikah, usia muda saya lebih banyak diselamatkan. Selamat dari penghamburan waktu dan uang. Yang biasanya dilakukan lajang-lajang ketika week-end. Kalau sudah berkeluarga kan mikir dua kali. Lebih baik spent money and time with family sajah…jauh lebih bermanfaat dan lebih bertanggung jawab. Selamat dari syahwat yang tidak halal. Ini dia. Dengan menikah, pahala justru banyak dipanen dari sini.

Selain itu, insya Allah dengan hadirnya anak-anak, banyak sekali hikmah yang didapat. Kesabaran lebih terasah, motivasi untuk mencari ilmu lebih tinggi, lebih punya rasa tanggung jawab, dan masih banyak lainnya, kedewasaan akan semakin matang. Saya yakin, hal-hal tersebut tidak akan didapat kalau saya masih lajang.

So, buat yang belum nikah, buruan biar bisa panen pahala yang menyempurnakan agama kita.

NB : buat istriku tercinta: I lup u pullllll....

10 komentar:

nHupH mengatakan...

i lopppp yuuhhh tuhhh

Faiz_Izzudin mengatakan...

sejuta man...eh setuju...lanjudGan....jaman wis semakin edyan...paha di mall bukan lagi paha ayam yang ada di restorant, tapi pahanya bisa berjalan....tek dukung nikah muda....hidup nikah muda...!!!!


^_^

kulit mengatakan...

enggih pak nyonk.. :D

Anonim mengatakan...

Bagaimana ya caranya agar para orang tua menikahkan anaknya pada usia muda ?

Adams Aghata mengatakan...

bener banget tuh, gua setuju agar kita termotivasi untuk nikah muda
terima kasih gan, artikelnya keren abis dehh

Muhammad Rosyid mengatakan...

MasyaAllah.. Bisa panen pahala lebih awal.. Hehe.. Menarik artikelnya..

Nisa Rahayu mengatakan...

Saya juga setuju sih, soalnya menghindari dari zinnah. Lebih baik di halali secepatnya kan hehe. Sepupu saya saja umur 19 tahun sudah menikah hehe

Nisa Rahayu mengatakan...

Saya juga setuju sih, soalnya menghindari dari zinnah. Lebih baik di halali secepatnya kan hehe. Sepupu saya saja umur 19 tahun sudah menikah hehe

Unknown mengatakan...

Emg sih nikah muda itu banyak manfaatnya! cm jaman skrg nyari wanita yg baik diusia muda gak mudah jg! persoalan materi menjadi alasan gitu!!!

Arif Yanto mengatakan...

bukannya gak mau nikah cepet, gwe sih pengen nikah cpet!! tp wanita nya blum ada yg mau di ajak nikah!!!